Saat ingatan belum kembali, kenyataan pahit masa lalu akhirnya terungkap, bahwa Ayahnya sempat tidak setia, dan Ibunya tetap memutuskan bertahan mendampinginya.
Ia mencoba mencari jawaban, mengapa ibunya bertahan. Jawaban sang ibu menjadi inti cerita film ini. Saat ditanya mengapa ia bertahan? Ibunya menjawab bahwa ia tidak bersedia kehilangan semua yang dia punya, rumah yang adalah keluarganya yang menjadi sumber kebahagiaan. Ia mencintai keluarga dan suaminya, dan dia memutuskan melanjutkan hidupnya bersama dengan suami dan anak2nya dengan memaafkan.
The Vow berarti janji yang kita ucapkan pada perkawinan dan biasanya diucapakn didepan pemuka agama. Dalam perkawinan Kristiani, mengucapkan janji perkawinan adalah mengikatkan diri pada commitment seumur hidup, karena perkawinan Kristiani merupakan perkawinan yang one way out dan akan berakhir saat pasangan kita berpulang pada Tuhan.
Lalu bagaimana apabila didalam perkawinan terjadi perselisihan?
Kata seorang psikolog, Perkawinan adalah tempat untuk cekok, jadi silahkan berselisih paham dan mencari solusinya bersama, tetapi bukan dengan perceraian.
Teringat akan pesan dari para pasutri yang memberikan Kursus Persiapan Perkawinan (KPP) yang sekarang menjadi program Membangun Rumah Tangga (MRT) bahwa kenyataan dalam hidup perkawinan akan berbeda dari impian.
Kita harus ingat bahwa setiap individu memang berbeda, sehingga tolak ukur kita dan pasangan pun pasti berbeda.
Agar perkawinan dapat berjalan dengan langgeng, jadilah sahabat yang dapat diajak bekerjasama bagi pasangan kita. Belajar berdamai dengan harapan2 kita ketika perkawinan tidak seindah impian kita. Dan yang terpenting adalah memilik hati seluas samudra untuk memaafkan....memaafkan dan memaafkan.
#thevow #janjiperkawinan #forgivness #memaafkan #aplacecallhome #keluargaadalahrumah #kpp #mrt #perkawinankristiani #onewayout #commitment





