Sunday, July 05, 2020

Aku, Kamu dan DIA


Kemarin sore ikutan bicang santai yang dibawakan oleh Romo Andang dan Komunitas Choice Distrik Jakarta. Tag line-nya Kapan Kawin? Seru sharingnya.

Yang single or yang punya Pacar, sering enggak sih dapat pertanyaan ini? Tidak semua orang mengalaminya....tapi ada juga yang mengalaminya, sebenernya kenapa sih mesti nanya2? Kepo.....

Well, apapun alaskan orang bertanya.... Ya biarkanlah mereka yang 'mati penasaran'... Gak perlu ditanggapi, karena apa? Karena mereka tidak tahu apa yang kita jalani dan pergumulan apa yang kita hadapi.

Being single or being married.....
Apakah semua orang harus menikah? Gak juga sih, kenapa gak juga? karena memang sudah dari sananya ada 99% orang menikah dan 1% orang yang menjadi single... yang single ini adalah para biarawan atau mereka yang memutuskan untuk menjadi awam selibat (sumber informasi dr seminar praktisi psikolog keluarga).

Kalau kamu memutuskan untuk menikah, maka kamu harus siap dengan konsekuensi bahwa dia berbeda dengan aku.  Ya jelas beda dong... Kan yang satu cowok n yang lain cewek.... Eh bener...itu bener banget, lah ketertarikan dengan lawan jenis ini kan yang bikin kamu tertarik. Lalu membangun relasi dan memutuskan melangkah ke jenjang pernikahan, mengikatkan komitment sehidup semati. Tapi bukan cuma itu bedanya, akan banyak perbedaan lain yang kamu temui dalam pernikahan.

Kalau kemarin istilahnya Romo Andang, masa pacaraan adalah masa promo... Maksudnya apa? Mostly masa pacaraan yang kita lihat dari  pasangan kita, semuanya yang bagus2nya aja. Kalau pun ada jeleknya, ya sedikit aja dan dengan mudahnya dinisbikan.

Kalau kata pasutri di Program Discovery yang aku ikuti... kenyataan tidak seindah harapan.... Dia berbeda dari impianku. Nah ini terutama buat cewek2 yang suka baper, suka nonton drakor or baca novel romance....tolong jangan halu.. cowok romantis model itu mungkin hampir bisa dibilang gak ada. 😬😬😬

Jadi saat berumah tangga, biasanya pasangan akan tampil lebih apa adanya, segala kebaikan dan keburukan akan terpampang sejelas2nya. Gak bisa ngelak, lah tinggal aja sama2 (24jam kalau lg dirumah seharian). Hal2 yang baik akan mudah diterima, yang sulit ini kalau jelek2nya atau yang rasanya bersebrangan.

Pernah dengar rumah tangga adalah tempat buat cekcok? Loh kok tempat buat cekcok padahal kalau mau merit kita yang Katolik diwajibkan ikut Kursus Membangun Rumah Tangga (MRT).... masa artinya membangun tempat cekcok???? Hahaha bukan gitu juga maksudnya 😬😬😬

Latar belakang keluarga yang berbeda biasanya menghasilkan cara pandang dan penanganan terhadap suatu hal secara berbeda. Inilah sumber2 yang menimbulkaan friksi dalam pernikahan. Dan masih banyak hal lainnya yang bisa jadi sumber cekcok dalam pernikahan (rumah tangga).

Salah satu alasan, mengapa saat kita mengenal seseorang, sebelum melangkah lebih jauh ke pernikahan, sangat disarankan untuk memilih pasangan seiman. Agar memiliki landasan Iman yang sama sehingga dapat menguatkan dalam pernikahan. Karena dalam pernikahan adalah aku, kamu dan DIA (Tuhan).

Thursday, June 11, 2020

Pesan Rm. Sugiri, SJ. untuk Calon Mempelai.

Pagi ini, halaman beberapa WA group yang aku ikuti, diramaikan berita duka cita atas berpulangnya seorang pastor senior bernama Rm. Lambertus Martinus Van Den Heuvel Sugiri, SJ. Beliau dikenal dengan panggilan Rm. Sugiri dan bertugas di Paroki St. Theresia, Jakarta.

13 atau 14 tahun yang lalu kami (aku dan suami) pernah bertatap muka, berbicang secara langsung dengan beliau, kala itu pertemuan dilakukan untuk meminta ijin melakukan Sakramen Perkawinan di Gereja St. Theresia, karena jadwal Sakaramen Perkawinan di paroki kami, untuk tanggal pernikahan yang telah dipilih oleh keluarga telah penuh.  Gereja Theresia menjadi pilihan kedua kami, karena saya mempunyai kenangan tumbuh berkembang dalam iman dalam gereja ini, selain itu lokasinya yang tidak terlampau jauh dari paroki asal kami dan juga karena gereja Katolik dimanapun berada merupakan satu kesatuan yang utuh sehingga kita akan menemui ritual ibadah yang sama.

Tentunya sebagai calon mempelai, kami mempunyai impian akan pernikahan kami di gereja, apalagi kalau punya hobby nonton film-film drama romatis, akan banyak inspirasi datang dari sana.

Pertemuan dan perbincangan dengan Rm. Sugiri ini menjadi begitu berkesan dan tidak terlupakan bagi kami berdua, walau pada akhirnya kami tidak melakukan Sakramen Perkawinan di gereja St. Theresia tapi infomasi dan pesan yang disampaikannya menjadi seauatu yang selalu kami ingat.

Rm. Sugiri berpesan, jadikan Sakaramen Perkawinan itu sebagai sebuah awal persatuan mempelai dengan Tuhan.
1.  Tidak perlu sesuatu yang mahal terlihat fancy ataupun glamour untuk dekorasi gereja, cukup lakukan sesuai kemampuanmu, karena apapun dimata Tuhan adalah sama.  Kalau kamu merasa memiliki uang lebih berikan dalam bentuk sumbangan pada gereja akan jauh lebih bermanfaat.
2.  Tidak perlu iringan paduan suara 'ternama atau terkenal', cukup pilihlah puji-pujian yang sesuai dengan aturan dan ritual gereja.
3.  Dalam ritual Pernikahan Katolik, penyerahan kedua mempelai dilakukan orang tua dipintu gereja.  Imam akan datang menjemput mempelai di pintu gereja. Ritual ini mengajarkan nilai kesetaraan, Gereja menghargai pria dan wanita sebagai mahluk ciptaan yang setara dihadapan Tuhan.  Karena saat pria dan wanita  memutuskan menikah, maka mereka  telah memilih jalan hidupnya untuk mencintai dan membangun hidup berkeluarga.  Sehingga saat mempelai melangkah memasuki gereja bersama, Tuhan sudah menerima mereka sebagai satu keluarga. Jangan temakan romantisme film dimana mempelai perempuan diantar Ayahnya ke pada mempelai pria di depan altar, karena dimata Tuhan kita adalah sama, dan ritual mempelai diantar kepada mempelai pria bukanlah aturan gereja Katolik karena memberi kesan  mempelai wanita 'dibeli' oleh mempelai pria.

Hari ini saat mendengar kabar atas berpulangnya Rm. Sugiri ke rumah Bapa di Surga.... kami menuliskan pesan ini dalam blog kami untuk mengenang dan mengingatkan pesan dan ajarannya yang sangat berarti bagi kami.

Selamat Jalan Rm. Sugiri, SJ..... engkau sudah menang dalam nama Kristus..... doakan kami yang masih berziarah di dunia ini.

#rmsugiri #riprmsugiri #pesanuntukcalonmempelai #aturangerejakatolik