Welcome Lovers - Discovery
"Selamatkan pernikahan sebelum pernikahan itu dimulai"
Aku tidak ingat dengan pasti, namun kalau aku tidak salah ingat, waktu itu tanggal 12 November 2006, saat koko angkatku menghubungi aku lewat SMS dan memberikan saran agar aku dan kekasihku mengikuti sebuah program pengenalan pasangan yang bertajuk Discovery. Aku mencoba untuk memperoleh keterangan lebih lanjut mengenai program ini, tetapi dia tidak mau memberikan penjelasan lebih detail, dia hanya bilang seperti ini "Ikut saja...pokoknya bagus, makanya aku saranin sama kamu!"
Perkataan koko angkatku ini seolah-olah menghipnotis aku dan anehnya kekasihku tampak sangat tertarik dari awal ketika aku menyampaikan isi SMS tersebut dan pembicaraan aku dengan koko angkatku. Akhirnya kami berdua sepakat untuk mengikuti program tersebut dan meminta bantuan koko angkatku untuk mendaftarkannya. Hingga detik-detik terakhir saat aku menghubungi koko angkatku menanyakan prihal pendaftaran tersebut, dia baru teringat dan berjanji untuk segera menghubungi pihak panitia. Ternyata pihak panitia mau aku sendiri yang menghubungi mereka, maka kuhubungi mereka dan kami berdua diperbolehkan turut dalam program tersebut.
Aku sempat khawatir saat di minggu yang sama kekasihku jatuh sakit. Aku sempat mengatakan kepadanya untuk menunda keikutsertaan kami dalam program tersebut, namun dia menolak, dikatakannya bahwa dia pasti sembuh pada waktunya. Dan memang demikian tekadnya sangat besar untuk tidak kehilangan kesempatan ini.
Pagi itu...tanggal 19 November 2006, aku bertemu dengan kekasihku di sebuah taman dekat kompleks perumahan kami, kubawakan bubur special yang sengaja aku buat untuk dia dan keluargaku. Aku bisa melihat wajahnya sangat senang dengan makan pagi yang aku sediakan untuknya, lalu kamipun berangkat bersama. Di halaman parkir gereja barulah dia menyantap sarapan pagi tersebut, pada saat aku melihatnya makan timbul keinginanku untuk memanjakannya, kuambil mangkok bubur itu dari tangannya dan mulai kusuapi dia, sambil sekali-kali akupun turut menikmati bubur itu. Pada saat itulah aku melihat spanduk program acara yang akan kami ikuti, tulisannya seperti ini : Welcome Lovers - Discovery " Selamatkan pernikahan sebelum pernikahan itu dimulai." Aku sempat kaget loh sepertinya program ini dikhususkan bagi yang sudah mau married, karena walaupun pembicaraan diantara kami sudah mencapai ke jenjang itu, namun belum ada kepastian, sehingga rasanya pernikahan itu belum dalam waktu dekat akan kami mulai. Tapi aku pikir pasti program ini akan berguna, apalagi jika membaca tema yang mau disampaikannya, kalaupun pernikahan kami masih dalam kerangka rencana tapi pasti isi program ini nantinya akan berguna bagi kami.
Program ini diawali dengan perkenalan, bagimana masing-masing peserta memanggil pasangannya dan apa yang di kagumi dari diri pasangannya tersebut. Lalu barulah session demi session bergulir dari memahami apa artinya cinta, siapa diriku/pasanganku, latar belakang keluargaku/keluarga pasanganku, harapanku/harapan pasanganku dalam pernikahan, komunikasi dan seksualitas. Hampir semua hal yang menjadi materi pembahasan dalam program ini pernah aku bahas dengan kekasihku. Hanya beberapa point yang tidak sempat terpikir dan muncul dalam pertanyaan-pertanyaan dalam beberapa session menjadi temuan baru bagi kami yang membuat kami berdua lebih memahami satu sama lain.
Melalui program ini kami menemukan bahwa diri kami memiliki banyak kecocokan, apabila terdapat perbedaan, pada umumnya hanyalah perbedaan persepsi atau perbedaan sudut pandang namun pemikiran dan hasil akhirnya tetap sama.
Program ini juga mencoba untuk membuka hati dan pikiran kita bahwa, masa pacaran ≠ pernikahan. Kalau semasa pacaran kita mungkin hanya menangkap kulit luarnya saja namun dalam pernikahan dari kulit luar hingga jeroannya kita akan mengalaminya, baik hal yang mungkin menyenangkan maupun tidak. Adalah penting bagi kita untuk menanamkan pemahaman bahwa pasangan hidup kita yang sangat kita kasihi adalah seseorang dengan pribadi yang unik. Sehingga sangatlah penting untuk memahami keunikan dari masing-masing pribadi yang terbentuk dari latar belakang kehidupannya, menerima dan bertolerasi atas 'keunikan' tersebut. Dan untuk itu semua dibutuhkan keterbukaan satu sama lain.
Aku dan kekasihku berkeinginan untuk memiliki pernikahan yang sama mesranya seperti saat kami pacaran. Menjaga cinta kami selamanya.
Tuesday, November 21, 2006
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



0 comments:
Post a Comment