Tuesday, December 05, 2006

A Blessing

Setelah aku mencurahkan isi hatiku melalui postingku pagi ini, aku merasa sedikit lega, walaupun karena posting itu aku mesti terlambat berangkat ke kantor dengan konsekuensi terlambat pula masuk kerja, tapi apa boleh buat, aku merasa kegalauan hati ini harus aku selesaikan...sebelum semuanya menjadi tambah runyam. Pagi ini aku sangat tergoda untuk menghubungi kekasihku, tapi aku merasa belum siap untuk berbicara dengannya, aku takut nada bicaraku masih belum berubah seperti ketika semalam dia dan aku mengakhiri pembicaraan kami. Namun ternyata kegundahan hati kekasihku sama besarnya dengan kegundahan hatiku, ditambah lagi dengan tidak adanya SMS pagi hariku...dia merasa terabaikan, dan dia semakin yakin dengan perasaannya bahwa ada yang berubah pada diriku.
Aku menerima teleponnya tatkala aku baru saja beranjak meninggalkan rumah, dan aku menyadari bahwa aku masih belum bersikap baik terhadapnya. Dia sangat kesal dengan sikapku dan menyerang aku dengan kata-katanya bahwa aku tidak menjalankan komitment yang sudah kami ikrarkan bersama, salah satunya adalah prihal keterbukaan. Aku tidak mengelak...walaupun aku merasa terpojok dengan kata-katanya, kukatakan padanya untuk membaca posting-ku pagi hari ini. Dia sempat menuntut aku untuk terbuka secara langsung, seterbuka aku dapat menuliskannya dalam posting...akhirnya aku katakan perasaanku, dan ketika aku terdiam kembali, dia memutuskan untuk mengakhiri pembicaraan dan mengatakan akan membaca postingku pagi hari ini.

Pagi hari menjelang siang, kekasihku mengabarkan bahwa dia sudah membaca posting aku dan dia katakan bahwa dia juga baru saja meng-upload posting dia dan aku tidak memberikan reaksi apa-apa, karena aku juga belum membaca postingnya. Satu jam sesudahnya rasa kangen untuk sekedar mendengar suaranya menghampiri diriku, kuberanikan diri untuk menghubungi ponselnya, lama tidak ada jawaban, aku sudah hendak mematikan teleponku manakala dia tiba-tiba terdengar suaranya diujung sana...seketika itu juga hatiku merasa tenang dan aku mulai menanyakan kabarnya...pembicaraan-pembicaraan ringan yang sangat biasa kami lakukan. Keakraban mulai menyelimuti kami lagi....dan kekasihku berkata lain kali jangan ulangi hal yang sama, kalau ada masalah segera disampaikan karena itu akan meringankan beban kita bersama. Akhirnya kamipun berdamai.

Sore hari ini aku sempat chit-chat lewat jaringan internal kantor dengan salah seorang teman sejawatku di kantor cabang lain, pembicaraan seputar banyaknya godaan menjelang hari pernikahan. Tak heran kalau kami bertemu dengan orang-orang yang sudah menikah dan mengetahui adanya rencana pernikahan yang akan dilangsungkan dalam waktu dekat diantara sesama kami, maka mereka selalu mengingatkan akan banyaknya godaan tersebut, semakin dekat ke hari bahagia, semakin besar pula 'godaan' yang datang. Teman sejawatku ini yang kebetulan seorang pria mengatakan bahwa dia bertobat, aku sempat heran dengan perkataannya ini...lalu dia menjelaskan bahwa dia sudah yakin dengan wanita pilihannya tapi seringkali tergoda untuk tebar pesona...aku tertawa dibuatnya, aku katakan agar dia fokus dengan wanta pilihannya.

Entah bagian mana dari diriku yang membuat teman sejawatku ini menyukai diriku, dia katakan bahwa dia senang bisa mengenal diriku, seseorang yang dinilainya as a wonderful person. Dia mengatakan bahwa kekasihku must be a very lucky person to have me...pernyataannya ini menyadarkan aku akan berbagai peristiwa yang boleh aku alami dengan kekasihku dan kesabarannya untuk menjaga perasaanku dan menghantar diri kami ke arah penyelesaian masalah. Dan seketika itu juga aku mengatakan hal ini kepada teman sejawatku, "If you said that he is very luck, then I said that He is a blessing for me. A wonderful person that I ever known who can stand for me !"

Malam ini aku membaca postingnya, dan aku tau apa yang dia rasakan padaku...semakin aku membacanya semakin ingin aku mengatakan padanya bahwa aku juga sangat menyayanginya. Terima kasih Tuhan, karena Engkau boleh hadirkan dirinya dalam hidupku untuk melengkapi diriku yang tidak sempurna ini.

God, He is A Blessing that You gave for me, thanks for this wonderful blessing.

0 comments: