Thursday, December 07, 2006

A True Happy Relations

Semalam aku ikut menemani kekasihku ke salah satu Mal di Jakarta untuk mengadakan meeting dengan salah satu komunitas muda-mudi yang dia ikuti. Acara meeting itu mulai pada jam 19.00, sedangkan dia harus mengikuti latihan koor di gereja kami pukul 20.30. Aku sempat berpikir apakah dia bisa membagi waktunya agar bisa mengikuti aktivitasnya itu dalam waktu yang tepat. Pada saat meeting itu dimulai, aku memisahkan diri agar tidak mengganggu acaranya dan agar dia bisa lebih terfokus dengan meeting itu. Aku segera pergi ke salah satu cafe yang terkenal sambil menunggu kabar dari kekasihku. Ketika jam menunjukkan pukul 20.30 lewat, aku segera meninggalkan cafe tersebut untuk menemui kekasihku, apakah dia sudah selesai atau belum. Saat aku melihat ketempat dimana kekasihku meeting, aku melihat kekasihku masih sibuk melakukan diskusi dengan teamnya. Setelah selesai, aku segera menemui kekasihku lalu kami menuju parkiran untuk pergi ke gereja. Dimobilnya, aku sempat memberikan sedikit opiniku mengenai meetingnya, aku sempat menyesalkan bahwa seharusnya aku dan dia menyempatkan untuk makan bersama malam itu, tapi karena waktu yang tidak memungkinkan, kami tidak makan malam itu. Sesampainya digereja, kekasihku langsung masuk kedalam, sedangkan aku langsung menuju rumahku. Kemudian aku menanyakan kabar kekasihku lewat sms, dia menanyakan bahwa dia sudah sampai dirumah dan pada saat dia sampai digereja, acara sudah selesai.

Malam itu kerinduanku terhadap kekasihku masih tertahan, karena waktu yang seharusnya bisa aku habiskan bersama dia, hanya berakhir dengan menunggu. Malam itu aku menelpon dia, dan kamipun terlibat beberapa pembicaraan. Kami berdiskusi mengenai acara kami dengan adik-adik kami besok, apa yang harus dibawa, apa yang harus direncanakan, aku tidak sabar menunggu hari esok. Aku sempat berdiskusi dengannya mengenai pasangan dari teman kantor kakak kekasihku. Dia bercerita bahwa pasangan tersebut hendak bercerai, dan yang menurut aku lebih parahnya, mereka berdua adalah pasangan Katholik yang disahkan untuk menjadi pasangan Tuhan dihadapan altar gereja Katholik. Aku tidak habis pikir, begitu mudahnya pasangan-pasangan yang mungkin masih terhitung belum lama menikah lalu setelah menghabiskan waktu bersama, mereka mengalami suatu masalah dan berakhir dengan perceraian. Menurut aku, setiap permasalahan yang terjadi baik itu masalah sepele ataupun masalah yang paling berat sekalipun, pasti ada solusi untuk mencari pemecahannya. Entah itu datang dari pasangan itu sendiri, bagaimana mereka berkomunikasi dan saling jujur dan terbuka untuk mengemukakan masalahnya, ataupun solusi itu bisa datang dari keluarga pasangan tersebut, dengan catatan, keluarga tersebut netral dan bertujuan untuk mengembalikan keharmonisan keluarga itu.

Aku pernah sedikitnya membahas mengenai hubunganku dengan kekasihku di posting ini. Keterbukaan dan kejujuran adalah suatu hal yang sangat crucial dalam membina suatu hubungan. Karena jika suatu masalah yang dimiliki satu pasangan dan dia tidak dapat membicarakannya dengan pasangannya, atau dia selalu menunda-nunda untk membicarakannya, tidak heran hal itu akan menjadi suatu bom waktu dari hubungan itu sendiri. Aku dan kekasihku selalu saling mengingatkan tentang pentingnya suatu keterbukaan, kejujuran dan saling menerima. Suatu hubungan yang dari awalnya sudah dilandasi dengan fondasi yang kuat dan komitmen yang kuat pula, kami percaya bahwa setiap permasalahan yang terjadi ataupun yang akan terjadi, dapat diselesaikan dengan penuh kedewasaan dan kerendahan hati tanpa perlu campur tangan pihak lain.

Aku memiliki suatu prinsip:
"Keluarga yang bahagia adalah keluarga yang BUKAN tidak pernah memiliki masalah, tapi melainkan keluarga yang dapat BANGKIT dari setiap permasalahan yang menimpa mereka dan menemukan solusinya bersama-sama."

Aku berharap hubunganku dengan kekasihku, dengan semua komitmen dan segala prinsip-prinsip dasar dalam membina suatu hubungan yang selalu kami jaga, dapat selalu kami jalani dan kami jaga didalam hubungan ini. Aku juga berdoa, jika kami sampai pada satu saat dimana kami mengucapkan janji setia dihadapan altar Tuhan, kami dapat menjalani dan memegang teguh ikrar tersebut dengan harapan kami dapat saling mengisi dan saling mendukung satu sama lain untuk menggerakkan bahtera rumah tangga kami dan menghadapi badai yang menghadang dengan selalu bersama.

"Obstacles are necessary for success because victory comes only after many struggles and countless defeats. Yet each struggle, each defeat sharpen your skills and strength, your courage, your endurance, your ability, and your confidence, and thus each obstacle is a comrade-in-arms forcing you to become stronger.....or quit. Each rebuff is an opportunity to move forward; turn away from them, avoid them, and you will throw away your future."

Aku berusaha untuk selalu menumbuhkan cinta yang kami pupuk saat ini dengan segala keterbukaan, kejujuran, kesetiaan, penerimaan dan segala hal yang dapat menjaga kami tetap saling berpegangan tangan dalam menghadapi segala ujian. Aku selalu berdoa agar cinta yang kita miliki dapat mengalahkan rasa benci, dan kehangatan yang kita rengkuh saat ini dapat mengalahkan sikap saling menyalahkan dan rasa takut.

I thank You Lord for giving my angel to me, to always encourage me in any difficult and troubled situations, to always reminds me about our relations and our future, to always hang-on to what we've got between us. Grow Your love in our heart so we can always remember to the Heavenly Glory of Your Love that lead us to a joyfull relationship that we have and hope. Hold our hands and take us to where we should go to Your House of Love. We know that You always have a beautiful and best plan for us ahead.
And we pray to all couples who had vowed at Your altar, and today they have unsolved-problems, take their hands and lead them to whatever best for them according to Your plans. Amen

0 comments: