Tuesday, December 26, 2006

The Most Precious Gift

Sejujurnya aku mau katakan, akhir tahun ini adalah saat-saat yang penuh berkat dan anugrah yang berlimpah buat hidupku. Mulai pertemuanku dengan kekasihku, saat-saat yang kami bagi bersama, masalah-masalah yang datang dan pergi yang kami hadapi bersama, semua adalah saat-saat terindah dan yang belum pernah kualami dalam hidupku. Aku merasakan semua perjalanan hidupku bersama kekasihku adalah bagian kecil dari sebuah rencana indah yang besar yang menunggu kami.

Pertama kalinya aku menghabiskan hari Natal pada tahun ini bersama kekasihku dan keluarganya yang begitu menerima aku dengan hangat. Sebelumnya kami sudah merencanakan untuk menghabiskan saat-saat Natal dengan bersama. Sebenarnya aku mempunyai kejutan u ntuk kekasihku, tetapi setelah mendengar kabar dari temanku, akhirnya aku hanya bisa menerima dengan sedikit kekecewaan bahwa aku tidak bisa memberikan kejutan untuk kekasihku. Natal tahun ini merupakan hari Natal pertama yang bisa aku bagi bersama dengan kekasihku, juga merupakan genapnya 2 bulan perjalanan kami.

Pada hari Jumat, 22 Desember 2006, aku mengikuti acara Year-end Dinner yang diikuti oleh kantorku. Sebenarnya hari itu aku ingin lebih memilih menghabiskan malam bersama kekasihku, tapi dengan adanya acara ini dan kekasihkupun mengikuti rapat, jadi aku hanya bisa berharap sedikit. Selesai acara aku pulang dengan teman kantorku. Malam itu masih turun gerimis kecil, rasa kangenku masih menghinggapiku, lalu aku tetap menemui kekasihku dirumahnya dengan dibasahi oleh gerimis. Malam itu aku hanya bisa menemui dia didepan pagar rumahnya dan kekasihku menemuiku diatas balkon rumahnya. Kami mengobrol dengan menggunakan ponsel sambil saling bertatapan dari atas balkonnya. Saat itu aku sudah cukup puas dengan memandang wajah kekasihku dan mengobrol dengan ponsel walau harus diguyur hujan.

Keesokan harinya aku sudah merencanakan untuk menghabiskan hari kami dengan pergi ke rumah kami di Cibubur untuk melihat progres pembangunannya. Sebelumnya kami berdua pergi ke sebuah tempat untuk melihat-lihat gaun pengantin yang akan kami gunakan nanti saat kami menikah. Pada saat aku melihat kekasihku mencoba beberapa gaun, aku merasa, baru kali ini aku menemani dan menyaksikan seseorang yang sangat aku cintai mencoba gaun yang akan kami gunakan pada saat nanti kami menikah. Gaun itu tidak akan bertambah indah jika tidak dikenakan oleh orang yang cantik, orang yang aku sayangi. Padahal selama ini jika temanku ada yang meminta aku untuk menjadi pendamping aku tidak pernah merasakan apa-apa. Aku ingat akan perkataan kekasihku, ia menanyakan tentang kado Natal buatku. Aku bilang aku tidak mau minta apapun darinya, aku hanya ingin peneguhan kembali True Commitment kami pada hari Natal, agar kami selalu teringat akan segala janji, ikatan, dan segala perasaan kami saat ini agar bisa kami bawa selalu seterusnya dalam hidup kami.

Misa Natal kemarin tadinya aku berharap dapat berdampingan dengan kekasihku, tapi apa boleh buat karena kekasihku harus bertugas koor. Aku duduk bersama keluarga kekasihku dan hanya bisa menatap kekasihku dari kejauhan. Sepulangnya misa aku diundang makan malam bersama keluarganya dengan waktu yang bersamaan pula, kakakku mengundang kekasihku untuk dapat makan bersama. Jadi aku hanya bisa makan sedikit dirumahnya lalu aku lanjutkan dengan makan dirumah kakakku. Malam itui saat aku menghantar kekasihku pulang, kembali aku merasakan kangen yang seperti biasa menghinggapiku saat berpisah dengan kekasihku. Waktu seakan tidak mengijinkan kami untuk bersama dalam masa yang lama.

Kekasihku, aku ingin kita kembali meneguhkan janji kita, True commitment kita didepan Tuhan. Aku merasakan hubungan kita hingga saat ini adalah salah satu perwujudan dari True commitment yang sudah kita ucapkan. Dari perjalanan hubungan kita hingga segala permasalahan yang menerpa kita, dan kita dapat bertahan hingga sekarang. Aku ingin kita tetap selalu berpegang pada semua janji kita, semua impian kita dan cinta kita. Kita harus membuktikan kepada orang-orang yang memandang sinis dan rendah pada hubungan kita, bahwa apa yang kita miliki saat ini adalah suatu anugrah dan berkat spesial yang Tuhan boleh kita miliki untuk kita jaga. Hingga suatu hari dimana kita disatukan dihadapan Tuhan.
Until the day we hold our hands and fly together.....
My One-Winged Angel......

0 comments: